RASA MALU DI INDONESIA
Pejabat korup menghancurkan sekolah mutu di Indonesia. Dengan putus mendukung kepada seorang istri kurang cerdas, patologis dan bejat dengan jahat dan suami berzina dengan yang dia terlibat dalam prestasi seksual, mereka dengan memalukan memenjarakan, menyita dan mengembalikan seorang bapak yang tidak bersalah yang dicurahkan dari anak dia mencintai.
Berapa banyak lebih panjang akan Indonesia menderita seperti itu kebodohan?


JAKARTA INTERNATIONAL MONTESSORI (sekarang MULTIKULTURAL) SEKOLAH (JIMS) DAN BALIKPAPAN INDEPENDENT PERSONAL SCHOOL (BIPS & sekarang PRABU INTERN'L SCHOOL) diliputi oleh alat korup dan ilegal 2002/3 oleh "Order Baru" Manaf keluarga, di antaranya Gubernur Fauzi Bowo (membaca Surat Terbuka kepadanya di sini, seorang pelindung YLBHI yang tidak menjawab di soal umat manusia bahwa melibatkan children!) Jakarta adalah sebagian.
Sekolah ini dengan berhasil mapan dan berkembang dengan pesat selama sepuluh tahun, tetapi sedih, sesudah hanya empat separuh tahun di bawah pimpinan janggal dan korup yang menghasilkan tembakan yang ramai pengaduan dari orang-tua, BIPS tutup pada 11 Mei, 2007, membiarkan uang sewa dan staf tak dibayar dan persetujuan dengan orang-tua pelanggaran.
Pada Juli, 2007, Bapak Bur Maras, pemilik Vilabeta, Balikpapan, di mana BIPS ditemukan, mengambil-alih BIPS dan memberinya nama baru: Prabu International School, tetapi sebagai segera Oktober 2007, sudah mengira biaya kira-kira 20 orang murid, staf dipecat, biaya yang dikurangi secara dramatis dan uang pengembalian biaya ditolak.
Gagal JIMS menyerahkan di keseluruhnyanya ke baru pimpinan dan memberinya nama baru: Jakarta International Multiculutral School.
Perusakan JIMS dan BIPS diakibatkan oleh ketololan yang menyesakan nafas dan, jika khas Indonesia, menandakan sakit selama masa depan negara.
Gubernur baru Jakarta pun, Fauzi Bowo, seorang anggota keluarga Manaf, dituduh di ketidakadilan ini dan, sejak dia adalah bukan hanya seorang pelindung organisasi bantuan hukum, YLBHI (dengan ironi kacau-balau hanya Indonesia cakap), tetapi gubernur Jakarta juga, itu ialah pemegang jabatan padanya untuk bertindah secara bertanggung jawab dan dengan hormat menjamin dan diperbaiki dan membuktikan dia seharusnya tidak disamaratakan. Kami sedang menunggunya untuk mengambil tindakan.
Kontak kami:
fdr <at> inter-didactic <dot> com